JW-S3S(Z11) Sensor Kelembaban Tanah EC dirancang untuk pemantauan akurat kandungan air volumetrik tanah, konduktivitas listrik, dan suhu. Dengan output analog 0–2V opsional atau komunikasi RS485 Modbus-RTU, perlindungan tahan air IP68, pengukuran kelembaban tanah FDR, dan elektroda tahan korosi, sensor ini ideal untuk irigasi cerdas, pemantauan rumah kaca, pengelolaan salinitas, pemupukan melalui irigasi, penelitian tanah, dan pertanian presisi.
2. Gambaran Umum Produk
Sensor Kelembaban Tanah EC adalah alat pemantau tanah multi parameter untuk mengukur kandungan air volumetrik tanah, konduktivitas listrik, dan suhu. Alat ini dirancang untuk membantu petani, peneliti, dan integrator sistem pertanian cerdas memantau status air tanah, akumulasi salinitas, konduktivitas larutan nutrisi, dan suhu zona akar.
Konduktivitas listrik tanah merupakan indikator penting untuk konsentrasi garam terlarut. EC tanah yang tinggi dapat mengindikasikan stres garam, pemupukan berlebihan, drainase yang buruk, atau salinisasi sekunder. Dengan menggabungkan data kelembaban tanah, EC, dan suhu, sensor ini membantu pengguna membuat keputusan yang lebih baik untuk penjadwalan irigasi, pengelolaan pupuk, pengendalian salinitas, dan optimalisasi pertumbuhan tanaman.
Sensor ini dapat digunakan di lahan pertanian, rumah kaca, kebun buah-buahan, pembibitan, padang rumput, lahan penelitian tanah, sistem irigasi pupuk, larutan nutrisi, dan pemantauan substrat atau media tanam.
Parameter
Nomor Model.
JW-S3S(Z11)
Jenis Produk
Sensor suhu EC kelembaban tanah
Parameter Pengukuran
Kelembapan tanah, EC, suhu
Parameter Tambahan
Salinitas, TDS, konstanta dielektrik
Prinsip Kelembaban Tanah
Metode FDR
Prinsip Pengukuran EC
Metode jembatan AC
Opsi Keluaran
Output tegangan 0–2V atau RS485 Modbus-RTU
Catu Daya
3,9–30V DC
Konsumsi Daya Statis
6 mA pada 24V DC
Kisaran Kelembaban Tanah
Opsional 0–50% atau 0–100%
Resolusi Kelembapan
0,03% dari 0–50%, 1% dari 50–100%
Akurasi Kelembaban
±2% dari 0–50%, ±3% dari 50–100%
Rentang EC
0–5000 μS/cm, 0–10000 μS/cm, atau 0–20000 μS/cm
Resolusi EC
10 μS/cm dari 0–10000 μS/cm, 50 μS/cm dari 10000–20000 μS/cm
Akurasi EC
±3% dari 0–10000 μS/cm, ±5% dari 10000–20000 μS/cm
Kompensasi Suhu EC
Terpasang di dalam, 0–50°C
Kisaran Suhu
-40–80°C
Resolusi Suhu
0,1°C
Akurasi Suhu
±0,5°C
Lingkungan Operasi
-40–85°C
Peringkat Perlindungan
IP68
Bahan Probe
Elektroda khusus tahan korosi
Bahan Penyegel
Resin epoksi tahan api berwarna hitam
Metode Pemasangan
Terkubur sepenuhnya atau probe dimasukkan sepenuhnya ke dalam media yang diukur
Panjang Kabel Standar
2 m
Kustomisasi Kabel
Tersedia berdasarkan permintaan.
Metode Koneksi
Terminal press dingin yang sudah terpasang
Ukuran
35 × 11 × 111 mm
Panjang Elektroda
51 mm
3. Dimensi
4. Opsi Keluaran dan Komunikasi
Itu Sensor Suhu EC Kelembaban Tanah Mendukung opsi keluaran yang fleksibel untuk berbagai sistem pemantauan pertanian dan pengendalian irigasi. Dapat dikonfigurasi dengan Keluaran tegangan analog 0–2V atau Komunikasi digital RS485 Modbus-RTU, tergantung pada persyaratan proyek.
5. Skenario Aplikasi
Irigasi Cerdas
Sensor ini menyediakan data kelembaban tanah dan EC secara real-time untuk membantu menentukan waktu penyiraman, jumlah penyiraman, dan perubahan salinitas tanah.
Pemantauan Rumah Kaca
Cocok untuk sayuran rumah kaca, bunga, bibit, rempah-rempah, tanaman pot, dan pertanian lingkungan terkontrol.
Pemantauan Salinitas Tanah
Membantu memantau akumulasi garam, efek pelarutan garam, dan tekanan salinitas pada tanah pertanian.
Manajemen Fertigasi
Dapat digunakan untuk memantau perubahan konduktivitas yang disebabkan oleh pemberian pupuk, membantu mencegah pemupukan berlebihan dan stres garam di zona akar.
Pertanian Presisi
Cocok untuk jaringan pemantauan tanah berbasis IoT, pengumpulan data lapangan, dan dukungan pengambilan keputusan pertumbuhan tanaman.
Riset ilmiah
Berguna untuk dinamika air dan garam tanah, perbaikan tanah salin, percobaan irigasi, dan studi pertumbuhan tanaman.
Pemantauan Larutan Nutrisi dan Substrat
Sensor ini juga dapat digunakan untuk solusi terpadu air dan pupuk, larutan nutrisi, dan pemantauan konduktivitas media tanam.
6. Pemasangan dan Pengukuran
Untuk pengukuran EC yang akurat, kandungan air volumetrik tanah sebaiknya di atas sekitar 20%, karena ion terlarut dalam tanah membutuhkan kelembapan yang cukup untuk mencerminkan konduktivitas listrik yang sebenarnya. Data pemantauan jangka panjang setelah irigasi atau hujan biasanya lebih mendekati kondisi tanah yang sebenarnya.
Untuk pengukuran cepat, pilih lokasi pengukuran yang tepat, hindari batu dan benda keras, masukkan probe secara vertikal ke dalam tanah, dan pastikan kontak yang erat antara elektroda dan tanah. Jangan menggoyangkan sensor selama pemasukan.
Untuk pemasangan di bawah tanah, gali lubang vertikal sesuai kedalaman yang dibutuhkan, masukkan probe secara horizontal ke dinding lubang, isi kembali dan padatkan tanah, lalu biarkan sensor stabil sebelum melakukan pemantauan terus menerus.
Pada tanah keras, pengeboran awal disarankan. Hindari getaran kuat, benturan, atau memukul sensor dengan alat keras.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q
1. Apa yang diukur oleh sensor tanah ini?
A
Alat ini mengukur kelembapan tanah, konduktivitas listrik, dan suhu. Melalui register RS485 Modbus, alat ini juga dapat memberikan data salinitas, TDS, dan konstanta dielektrik.
Q
2. Apa saja opsi keluaran yang tersedia?
A
Sensor ini mendukung output tegangan analog 0–2V dan output digital RS485 Modbus-RTU. Opsi output khusus juga dapat disediakan sesuai kebutuhan proyek.
Q
3. Bisakah alat ini digunakan untuk irigasi pintar?
A
Ya. Data kelembapan tanah membantu mengontrol waktu irigasi, sedangkan data EC membantu memantau konsentrasi pupuk dan akumulasi garam.
Q
4. Dapatkah JW-IoT mengintegrasikan sensor ini ke dalam sistem pemantauan rumah kaca?
A
Ya. JW-IoT dapat mengintegrasikan sensor EC kelembaban tanah ini dengan RTU, pengontrol irigasi, node LoRaWAN, gateway 4G, dasbor cloud, dan aplikasi seluler.
Q
5. Apa rentang pengukuran EC?
A
Sensor ini mendukung rentang EC opsional sebesar 0–5000 μS/cm, 0–10000 μS/cm, dan 0–20000 μS/cm.
Q
6. Apakah sensor tersebut tahan air?
A
Ya. Sensor ini memiliki peringkat perlindungan IP68 dan dapat digunakan untuk pemantauan jangka panjang yang terkubur atau aplikasi yang terendam air.
Q
7. Dapatkah digunakan dalam sistem fertigasi?
A
Ya. Sensor ini dapat digunakan untuk memantau larutan terpadu air dan pupuk, larutan nutrisi, dan perubahan konduktivitas tanah setelah pemupukan.
Q
8. Dapatkah JW-IoT menyediakan solusi irigasi pintar yang lengkap dengan sensor ini?
A
Ya. JW-IoT dapat menyediakan solusi lengkap termasuk sensor tanah, pencatat data, gateway, platform cloud, dasbor, alarm, dan integrasi kontrol irigasi.
Q
9. Mengapa EC tanah penting?
A
EC tanah mencerminkan konsentrasi garam terlarut. EC yang tinggi dapat mengindikasikan stres garam, pemupukan berlebihan, drainase yang buruk, atau akumulasi salinitas, yang dapat memengaruhi penyerapan air oleh akar dan pertumbuhan tanaman.
Q
10. Berapakah rentang pengukuran suhunya?
A
Sensor ini mengukur suhu dari -40°C hingga 80°C, dengan resolusi 0,1°C dan akurasi ±0,5°C.
Q
11. Bisakah JW-IoT menyesuaikan panjang kabel?
A
Ya. JW-IoT dapat menyediakan panjang kabel yang disesuaikan dengan kebutuhan instalasi di lahan pertanian, rumah kaca, kebun, atau pusat penelitian.
Q
12. Mengapa kelembapan tanah harus di atas 20% untuk pengukuran EC?
A
Karena sensor mengukur ion terlarut dalam tanah. Ketika tanah terlalu kering, ion terlarut tidak dapat sepenuhnya mencerminkan konduktivitas tanah yang sebenarnya. Pengukuran setelah irigasi atau hujan biasanya lebih representatif.