JW-RDO-406(K02) Sensor oksigen terlarut optik dirancang untuk pengukuran oksigen terlarut (DO) secara kontinu dan daring di peternakan akuakultur, instalasi pengolahan air limbah, sungai, danau, waduk, dan sistem pemantauan air industri.
Berdasarkan teknologi pemadaman fluoresensi tingkat lanjut, sensor DO optik ini memberikan pengukuran oksigen terlarut yang stabil tanpa penggantian elektrolit, konsumsi oksigen, atau waktu polarisasi.
Dibandingkan dengan probe oksigen terlarut elektrokimia tradisional, metode pengukuran optik membutuhkan perawatan yang lebih sedikit dan memberikan stabilitas jangka panjang yang lebih baik untuk aplikasi pemantauan jarak jauh.
Dengan output RS485 Modbus RTU, perlindungan tahan air IP68, kompensasi suhu otomatis, dan pengoperasian daya rendah, sensor ini dapat diintegrasikan dengan gateway IoT, RTU, sistem PLC, pencatat data, dan platform pemantauan kualitas air berbasis cloud.
Apa Itu Sensor Oksigen Terlarut Optik?
Sensor oksigen terlarut mengukur jumlah oksigen yang terlarut dalam air.
Oksigen terlarut adalah salah satu parameter terpenting untuk mengevaluasi kualitas air karena ketersediaan oksigen secara langsung memengaruhi:
Kesehatan organisme akuatik
Kinerja budidaya ikan dan udang
Efisiensi pengolahan air limbah biologis
Kondisi ekosistem sungai dan danau
Proses air industri
Sensor oksigen terlarut optik menggunakan teknologi fluoresensi untuk mengukur konsentrasi oksigen.
Sensor tersebut memancarkan cahaya ke lapisan penginderaan fluoresen dan menganalisis perubahan respons fluoresensi yang disebabkan oleh molekul oksigen.
Proses pengukuran ini tidak mengonsumsi oksigen, yang membantu menjaga pembacaan tetap stabil selama pemantauan online jangka panjang.
Spesifikasi Teknis
Barang
Spesifikasi
Prinsip Pengukuran
Metode fluoresensi optik
Rentang Pengukuran
0–20,00 mg/L saturasi 0–200% atau 0–50,00 mg/L saturasi 0–500%
Arsitektur ini memungkinkan operator untuk memantau perubahan oksigen terlarut dari jarak jauh dan menerima alarm ketika kondisi abnormal terjadi.
Sensor DO Optik vs Sensor DO Elektrokimia
Memilih teknologi oksigen terlarut yang tepat sangat penting untuk proyek pemantauan jangka panjang.
Perbandingan
Sensor DO Optik
Sensor DO Elektrokimia
Prinsip pengukuran
Teknologi fluoresensi
Reaksi elektroda
Elektrolit
Tidak diperlukan
Diperlukan
Waktu polarisasi
TIDAK
Diperlukan
Konsumsi oksigen
TIDAK
Ya
Frekuensi perawatan
Rendah
Lebih tinggi
Penempatan jangka panjang
Bagus sekali
Membutuhkan lebih banyak perawatan
Pengaruh aliran
Lebih rendah
Lebih tinggi
Kesesuaian pemantauan jarak jauh
Bagus sekali
Sedang
Untuk stasiun pemantauan air jarak jauh, peternakan budidaya perikanan, dan proyek lingkungan, sensor DO optik memberikan solusi andal dengan perawatan rendah.
Butuh solusi pemantauan oksigen terlarut secara online?
Kirimkan persyaratan proyek Anda ke JW-IoT:
Jenis air
Lokasi pemantauan
Parameter yang dibutuhkan
Metode komunikasi
Metode pemasangan
Persyaratan kuantitas
Tim teknik kami akan merekomendasikan konfigurasi sensor DO optik yang sesuai.
Hubungi JW-IoT:
https://www.jw-iot.com/contact-us
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q
1. Untuk apa sensor oksigen terlarut optik digunakan?
A
Alat ini digunakan untuk mengukur kadar oksigen terlarut di kolam budidaya ikan, tangki pengolahan air limbah, sungai, danau, waduk, dan sistem kualitas air industri.
Q
2. Apakah sensor DO optik ini memerlukan penggantian elektrolit?
A
Tidak. Alat ini menggunakan teknologi fluoresensi, sehingga tidak memerlukan penggantian elektrolit dan tidak memerlukan polarisasi sebelum pengukuran.
Q
3. Dapatkah sensor ini digunakan untuk pemantauan oksigen dalam budidaya perikanan?
A
Ya. Alat ini cocok untuk kolam ikan, kolam udang, sistem budidaya perairan resirkulasi, dan pemantauan kualitas air budidaya perairan cerdas.
Q
4. Apakah JW-IoT mendukung integrasi RS485 Modbus untuk sensor DO ini?
A
Ya. JW-IoT dapat mengintegrasikan sensor oksigen terlarut RS485 Modbus RTU dengan pencatat data, gateway IoT, RTU, dan platform pemantauan cloud.
Q
5. Apakah output 4–20mA tersedia untuk proyek industri?
A
Ya. Sensor ini mendukung RS485 Modbus RTU dan output arus opsional 4–20mA untuk aplikasi PLC dan kontrol industri.
Q
6. Bagaimana cara memasang sensor tersebut?
A
Sensor harus dipasang di bawah permukaan cairan menggunakan metode pemasangan celup. Tutup fluoresensi harus terhindar dari benturan, goresan, endapan, dan tekanan mekanis langsung.
Q
7. Dapatkah JW-IoT menyediakan sensor ini untuk pemantauan pengolahan air limbah?
A
Ya. JW-IoT dapat menyediakan sensor untuk pemantauan aerasi air limbah, pengumpulan data DO secara online, penghubungan alarm, dan manajemen kualitas air jarak jauh.
Q
8. Seberapa sering tutup fluoresensi harus diganti?
A
Dalam penggunaan normal, penutup fluoresensi disarankan untuk diganti setahun sekali.
Q
9. Mengapa memilih sensor DO optik daripada probe DO elektrokimia?
A
Sensor DO optik membutuhkan perawatan lebih sedikit, tidak mengonsumsi oksigen, kurang terpengaruh oleh laju aliran, dan lebih cocok untuk pemantauan online berkelanjutan.